03
Okt

Tips Dekorasi Interior Kantor

Sejak matahari terbit hingga terbenam, jutaan orang datang ke Jakarta untuk bekerja. Di sinilah rumah kedua bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di ribuan perkantoran yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Namun, tekanan pekerjaan yang tinggi, lalu lintas yang kurang bersahabat, polusi dan segudang permasalahan yang dihadapi kota besar seperti Jakarta memicu stres yang tinggi.

Untuk itu membutuhkan rancangan desain interior yang nyaman bagi penghuninya. Sehingga, mereka merasa betah berjam-jam lamanya berada di dalamnya. Selama ini, desain perkantoran hanya dilihat dari sisi nilai jualnya, lokasi, ukuran dan fasilitas. Padahal, desain interior, penataan furnitur, pemilihan warna juga memengaruhi kinerja dan kenyamanan seorang karyawan dalam bekerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Desain interior bagi sebuah perkantoran memiliki posisi untuk menunjukkan ciri dari masing-masing tenant (perusahaan). Desain interior seperti ini lebih sulit ditebak arah dan gayanya, sebab tiap perusahaan memiliki karakternya berbeda. Desain interior perkantoran tidak lagi dibuat seperti ruangan formal yang monoton, tapi lebih mendekati desain rumah biasa. Alasannya, hampir 80 persen manusia berada di dalam ruangan (interior). Selain di rumah, orang lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kantor, restoran, café, maupun ruang interior lainnya. “Ada pergeseran arah desain perkantoran, ruang kantor akan dibuat lebih hommy (menyerupai rumah),” kata Reffrajaya.

Implementasinya, perkantoran akan dibuat open space (terbuka), tidak lagi tertutup dengan ruangan-ruangan. Misalnya antara pimpinan dan karyawannya tidak lagi dipisahkan oleh tembok tertutup, hanya dipisahkan oleh sekat dan dapat saling melihat. Pilihan furnitur atau perabotannya disesuaikan dengan gaya perabot rumah dan tidak formal.

Pemilihan warna dinding memang menjadi paling beda, karena harus ada warna kontras. Sebab, warna kontras dipilih untuk lebih merangsang produktiftas dalam bekerja. Warna dinding juga akan mengaplikasikan warna berbeda di beberapa dinding. Untuk lantai, memang masih tetap mengandalkan material-material yang sudah ada.

Namun, aplikasi desain interior kantor yang dibuat seperti suasana rumah ini tidak dapat diaplikasikan pada semua ruangan. Karena pijakan untuk membuat desain interior adalah didasarkan pada kebutuhan tiap ruangan. Desain bergaya rumah untuk kantor hanya akan diterapkan pada ruangan tertentu, seperti ruang rapat (meeting), ruang istirahat, atau ruang makan atau café.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk membuat desain interior kantor yang bergaya rumah, tidak membutuhkan biaya yang lebih besar. Sebab, desain interior ini lebih bersifat menyiasati ruangan. Harga mahal dan tidak sangat tergantung pada pemilihan materialnya. “Kalau biaya itu sangat relatif, karena mahal itu bukan karena desainnya, tapi karena penggunaan material, bisa jadi desain bagus bisa murah, dan biaya mahal belum tentu bagus,” kata Reffrajaya.